July, 2015

now browsing by month

 
Posted by: | Posted on: July 29, 2015

Suasana Sholat Magrib di Masjid Griya Cinta Kasih.

Dengan penuh semangat para pasien di Griya Cinta Kasih melakukan sholat magrib berjamaah. Suasana penuh keakraban, bermakna ini Insya Allah akan selalu dinantikan penghuninya sebagai pelepas dahaga setelah seharian beraktifitas..

“Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.”(QS. Al-Baqarah: 43)

sholat3 sholat2 sholat1 sholat4

Posted by: | Posted on: July 24, 2015

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H/2015 M

Segenap Pengurus dan rewalan, serta keluarga besar Yayasan Penuh Warna “Griya Cinta Kasih”;

Mengucapkan Selamat Hari raya Idul Fitri 1436 H./2015 M. Mohon Maaf Lahir dan Bathin…

ucapan

Posted by: | Posted on: July 14, 2015

Proses Perawatan Pasisen Sebelum dan Sesudah

Berikut salah satu bentuk dari proses perawatan sebelum dan sesudah bagi pasien masuk ke Griya Cinta Kasih. Dari mulai memandikan untuk membersihkan badanya, memotong rambut, memotong kuku, dan seterusnya serta memberikan perlakukan yang sama dengan yang lain.

“Berikan perlakuan sama dan penuh kasih sayang kepada semua orang, dan berilah kasih sayang tersebut kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan”.
perawatan6

perawatan5
perawatan

perawatan4

perawatan3

perawatan2

Posted by: | Posted on: July 14, 2015

Evakuasi Gelandangan di Daerah Kabuh, Jombang

Tanggal 13 Juli 2015 kemarin kami telah melakukan evakuasi gelandangan psikotik di kecamatan kabuh bersama Kapolsek kabuh, Yayasan Penuh Warna “Griya Cinta Kasih” dan mas M.Irjik.

Mereka juga manusia yang perlu perhatian dan kasih sayang, yang juga memerlukan kesembuhan untuk bisa kembali menikmati kehidupan ini. Dan mereka adalah bagian dari saudara kita..siapa lagi yang memperhatikan kalau bukan kita juga sesama manusia Ciptaan-Nya. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari setiap kejadian yang ada.
gck9

gck8

gck7

gck3

gck4

gck5

gck2

gck1

Posted by: | Posted on: July 4, 2015

Kunjungan Oase Kabinet Kerja dan Bupati Jombang di Griya Cinta Kasih

oase7Momentum Bulan Ramadhan 1436 H ,tidak disia siakan oleh Pemerintah Kabupaten Jombang dalam berbagi keberkahan. Kali ini Pemkab Jombang memberikan bantuan kepada Yayasan Griya Cinta Kasih (GCK). GCK merupakan tempat penyembuhan pasien sakit mental dan kejiwaan yang kurang mampu dengan kasih sayang dan kesabaran serta terapi agama.
Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko yang didampingi ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang Hj.Tjaturina Yuliastuti Wihandoko kepada Bpk.Jami’in selaku Pimpinan Yayasan GCK (Kamis/2/7/15).
“Alhamdulillah semoga bantuan yang sedikit ini bisa meringankan yayasan ini dalam merawat pasien sakit mental , dan semoga pengurus yayasan diberikan kekuatan, kesabaran dan kelancaran dalam mengurus dan merawat saudara saudara kita ini,”tutur Bupati usai menyerahkan bantuan.

Bantuan kepada Yayasan “Griya Cinta Kasih” yang sampai saat ini telah merawat kurang lebih 300 penderita gangguan mental dan kejiwaan ini, diserahkan bersamaan dengan kegiatan safari ramadhan yang dilakukan oleh Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja yang terdiri para istri menteri dan eksekutif di Kabupaten Jombang. Turut serta dalam rombongan ini adalah Hj.Nina Soekarwo (istri Gubernur Soekarwo) dan Hj.Ummu Fatma (istri Wagub Saifullah Yusuf), Hj.Tjaturina Yuliastuti Wihandoko (Istri Bupati Jombang) serta Istri Forpimda Kabupaten Jombang.
Dalam kegiatan safari ramadhan ini . Rombongan OASE Kabinet Kerja yang dipimpin Anna Tedjo Edhi Purdijatno, istri Menko Polhukam Tedjo Edhi ini tiba di PPDU sekitar pukul 16.30 WIB. Di Ponpes ini Selain berbuka bersama, mereka juga memberikan sumbangan untuk yatim piatu dan kaum difabel di Jombang.

Usai Salat Magrib di Masjid PPDU, rombongan OASE melanjutkan Safari Ramadan di Yayasan Griya Cinta Kasih (GCK), Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto. Di Yayasan GCK yang merupakan tempat penyembuhan pasien sakit mental dan kejiwaan ini rombongan dipandu Bupati Jombang dan Pimpinan Yayasan GCK meninjau seluruh pasien yang dipisah dalam 3 ruangan yakni ruangan hijau,kuning dan merah. Disini rombongan OASE Kabinet Kerja juga memberikan bantuan.

Ditemui usai acara Bupati Nyono Suharli sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh pengurus Yayasan GCK serta para relawan yang telah dengan tulus ikhlas membantu pasien ini untuk dapat sembuh. Dan Apa yang dilakukan oleh yayasan GCk menurut Bupati adalah salah satu upaya untuk membantu pemerintah ,khususnya Pemkab Jombang dalam upaya Jombang Bebas pasung 2016. Hal ini dikarenakan hingga saat ini masih ada belasan warga Jombang yang sakit jiwa dengan kondisi dipasung. Namun upaya pelepasan pasung setiap satu minggu sekali terus dilakukan, Sehingga bisa ditargetkan tahun 2015 ini Jombang bebas pasung.
“Dari yang dipasung 47 sampai hari ini masih ada 19 orang, dan insyaalloh setiap hari sabtu akan kita lakukan pelepasan. Mudah-mudahan pada tahun 2015 ini semuanya sudah bebas pasung. Total pasien di Jombang ada kurang lebih 1100 orang, yang mulai sembuh diperkirakan sudah 60 persen.” Jelasnya. Bupati Nyono Suhali menargetkan, tahun 2016 ribuan pasien yang dinyatakan mengalami gangguan jiwa sembuh seratus persen.

oase3oase5 oase2

 

 

 

 

 

 

 

 

oase

 

 

oase1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber

Posted by: | Posted on: July 4, 2015

Bude Karwo dan OASE Kabinet Kerja Berbagi Kasih di Griya Cinta Kasih Jombang

Ketua TP PKK Prov. Jatim Ny. Dra. Hj. Nina Soekarwo, MSi bersama anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja berbagi kasih di Yayasan Penuh Warna “Griya Cinta Kasih” di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Kamis (2/7) malam.
Bude Karwo, Wakil Ketua TP PKK Prov. Jatim Ny. Hj. Ummu Fatma Saifullah Yusuf dan Rombongan OASE Kabinet Kerja menyapa para pasien yang dirawat di yayasan tersebut. Tidak sedikit rombongan merasa terharu ketika berinteraksi dengan para pasien.
Bude Karwo, sapaan akrab Ketua TP PKK Prov Jatim didampingi Wakil Ketua TP PKK Prov. Jatim Ny. Hj. Ummu Fatma Saifullah Yusuf mengajak interaksi dengan pasien yang bernama Nurhayati.
“Assalamualaikum, selamat malam bu. Nama ibu siapa dan asalnya dari mana bu? Semoga ibu diberikan kesembuhan,” sapa Bude Karwo sambil menyalami Nurhayati yang mengenakan kerudung kuning sambil menjahit kain.
Saat disapa, Nurhayati menimpali sapaan tersebut, “Nama saya Nurhayati, dari Pare. Matur nuwun bu,” jawabnya sambil menundukkan kepala, kemudian menyalami Bude Karwo.
Jamiin, Ketua Yayasan Penuh Warna, memberikan penjelasan mengenai suka duka perjalanan yayasan ini. Berbagai kisah haru selama menangani berbagai peristiwa dalam perjalanan yayasan menjadi kisah-kisah yang membahagiakan.

oase11

Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Rombongan OASE Kabinet Kerja Ny. Desi Andi Widjajanto mengatakan, tujuan kunjungan yakni untuk lebih mengenal lebih banyak kelompok-kelompok masyarakat di Indonesia khususnya yang saat ini dirawat di Griya Cinta Kasih. Kepedulian ini berangkat karena masyarakat yang dirawat di sini adalah warga negara Indonesia yang perlu mendapat perhatian dari semua pihak.
“Ini pertama kali kunjungan ke yayasan ini. Kunjungan ini membuka hati dan wawasan tentang apa yang sedang terjadi dengan pasien yang dirawat. Kami mengapresiasi yang telah dilakukan Pak Jamiin. Yang dilakukannya bukan hal yang biasa, tetapi hal yang mulia,” ujarnya
Griya Cinta Kasih adalah lembaga dibawah naungan Yayasan Penuh Warna yang merupakan organisasi sosial non profit yang berkegiatan untuk ikut ambil bagian dalam penanganan masalah kesejahteraan sosial. Griya Cinta Kasih adalah Rumah Perawatan Penderita Gangguan Mental dan Kejiwaan yang diperuntukkan bagi semua kalangan tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, umur dan perbedaan jenis kelamin.
Awalnya Griya Cinta Kasih belum bernama dan hanya merawat kurang dari 20 orang penderita gangguan mental dan kejiwaan yang dirawat disebuah rumah kecil di kawasan barat Kabupaten Jombang, dengan hanya berbekal keinginan dan kebersamaan. Sejalan dengan eksistensinya banyak anggota masyarakat di Kabupaten Jombang dan daerah lain di Indonesia yang mendengar dan menitipkan anggota keluarganya yang menderita gangguan mental yang pada akhirnya Griya Cinta Kasih dipercaya oleh Pemkab Jombang menjadi panti rujukan bagi Gelandangan Psikotik.

oaseSampai saat ini Griya Cinta Kasih telah merawat kurang lebih 217 penderita gangguan mental dan kejiwaan, yang diantaranya adalah titipan Pemkab Jombang. Griya Cinta Kasih dikelola secara swadana, swakelola, swakarsa tanpa membebankan biaya yang mencekik pihak keluarga penderita karena dikonsentrasikan untuk keluarga dan masyarakat dengan kelas ekonomi menengah kebawah dan bawah yang disokong oleh semua pihak tergerak hatinya untuk ikut campur tangan dalam penanganan masalah sosial di masyarakat Indonesia yang dalam hal ini adalah para donatur, Pemerintah Kabupaten Jombang, Pemprov Jatim dan Unit-unit ekonomi produktif yang sengaja dibangun Yayasan Penuh Warna sebagai pilar ekonomi.

Untuk lebih memaksimalkan pelayanan sosial yang akan dan telah dilakukan maka Griya Cinta Kasih membuka diri dan siap bersinergi dengan semua pihak yang berbesar hati untuk sedikit meluangkan apa yang dimiliki untuk ikut membantu penanganan masalah-masalah kesejahteraan sosial yang timbul dalam masyarakat. (**).

Sumber