May, 2015

now browsing by month

 
Posted by: | Posted on: May 25, 2015

GCK, Rumah Perawatan Bagi Penderita Gangguan Jiwa

Tentang Griya Cinta Kasih—-P_20150308_112720

Hampir bisa dipastikan bahwa tidak ada satu anak manusiapun yang menginginkan dirinya untuk berada dalam kondisi ini, akan tetapi keadaan ini dapat menghinggapi siapapun tanpa pandang bulu, tanpa memilih dan tanpa bertanya.
Perilaku yang menyimpang ditambah kurangnya kemampuan dan pemahaman masyarakat terhadap kelainan ini membuat banyak orang ngeri akan keberadaan mereka. Hal ini membuat jarang sekali orang ataupun lembaga yang peduli bahkan mau merawat mereka akan tetapi, walau bagaimanapun juga mereka tetap manusia dengan harkat dan martabat yang sama dengan manusia normal.

Dengan stigma tersebut mendorong Griya Cinta Kasih sebagai salah satu pilar masyarakat yang belajar akan pentingnya nilai-nilai sosial, persaudaraan, kemasyarakatan dan nilai-nilai kesadaran hidup berbangsa serta bernegara maka dirasa perlu untuk membentuk suatu wadah yang berusaha untuk ikut ambil bagian dalam penanganan masalah kesejahteraan dan sosial.

Griya Cinta Kasih adalah lembaga dibawah naungan YAYASAN PENUH WARNA yang merupakan organisasi sosial non profit yang berkegiatan untuk ikut ambil bagian dalam penanganan masalah kesejahteraan sosial. Griya Cinta Kasih adalah Rumah Perawatan Penderita Gangguan Mental Dan Kejiwaan yang diperuntukkan bagi semua kalangan tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, umur dan perbedaan jenis kelamin.
Awalnya Griya Cinta Kasih belum bernama dan hanya merawat kurang dari 20 orang penderita gangguan mental dan kejiwaan yang dirawat disebuah rumah kecil di kawasan barat Kabupaten Jombang, dengan hanya berbekal keinginan dan kebersamaan. Sejalan dengan eksistensinya banyak anggota masyarakat di Kabupaten Jombang dan daerah lain di Indonesia yang mendengar dan menitipkan anggota keluarganya yang menderita gangguan mental yang pada akhirnya Griya Cinta Kasih dipercaya oleh Pemerintah Kabupaten Jombang menjadi panti rujukan bagi Gelandangan Psikotik.

jamiinSampai saat ini Griya Cinta Kasih telah merawat kurang lebih 300 penderita gangguan mental dan kejiwaan, yang diantaranya adalah titipan Pemerintah Kabupaten Jombang. Griya Cinta Kasih dikelola secara swadana, swakelola, swakarsa tanpa membebankan biaya yang mencekik pihak keluarga penderita karena dikonsentrasikan untuk keluarga dan masyarakat dengan kelas ekonomi menengah kebawah dan bawah yang disokong oleh semua pihak tergerak hatinya untuk ikut campur tangan dalam penanganan masalah sosial di masyarakat Indonesia yang dalam hal ini adalah para donatur, Pemerintah Kabupaten Jombang, Pemerintah Propinsi Jawa timur dan Unit-unit ekonomi produktif yang sengaja dibangun Yayasan Penuh Warna sebagai pilar ekonomi.

Untuk lebih memaksimalkan pelayanan sosial yang akan dan telah dilakukan maka GRIYA CINTA KASIH membuka diri dan siap bersinergi dengan semua pihak yang berbesar hati untuk sedikit meluangkan apa yang dimiliki untuk ikut membantu penanganan masalah-masalah kesejahteraan sosial yang timbul dalam masyarakat.
Atas nama penderita gangguan mental dan kejiwaan serta gelandanga psikotik, Griya Cinta Kasih menghaturkan puja dan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan berkatnya serta ucapan TERIMA KASIH yang melimpah kepada semua pihak yang telah berkenan meneteskan bulir-bulir keringat untuk membantu Griya Cinta Kasih dalam proses pelayanan pada masyarakat.

Posted by: | Posted on: May 22, 2015

Kunjungan Persatuan Dharma Wanita Dinas PU Bina Marga Jatim.

Jombang, Pada hari Rabu, 20 Mei 2015 GCK menerima tamu yakni kunjungan dari Ibu-ibu Persatuan Dharma Wanita Dinas PU Bina Marga Jatim. Disamping melakukan kunjungan dengan senang hati Ibu-ibu juga mendapat siraman rohani yang langsung disampaikan oleh pimpinan yayasan GCK Bpk. Jamiin. Alhamdulillah Ibu-ibu sangat antusias sekali dalam kunjungan kali ini, karena juga bersentuhan langsung dengan para pasien dengan membagikan makanan kepada pasien yang ada didalam.

Begitu rombongan masuk lokasi Yayasan, suasana penuh kegembiraan langsung menyambut. Ya, pasien keterbelakangan mental ini ini sangat membutuhkan dukungan donasi, mulai dari dana, makanan, pakaian, dan masih banyak lagi. Usia mereka mulai dari yang masih bayi (beberapa bahkan dilahirkan di rumah Yayasan) sampai dengan remaja. Semuanya duduk dengan tertib menyambut kedatangan rombang Ibu-ibu dari Dinas PU Bina Marga Jatim ini.

Selanjutnya Bpk Jamiin selaku ketua Yayasan Penuh Warna, memberikan penjelasan mengenai suka duka perjalanan Yayasan ini. Serta memberikan sedikit tausiah kepada Ibu-ibu tentang makna dan hakikat puasa.
Berbagai kisah haru selama menangani berbagai peristiwa dalam perjalanan Yayasan menjadi kisah-kisah yang membahagiakan. Sungguh suatu perjuangan yang belum tentu mampu dilakukan oleh setiap orang.Acara penuh dengan hikmat ini berlangsung hingga lewat tengah hari, ditutup dengan pembagian makanan kepada para pasien yang masih berada didalam yang dilakukan langsung oleh Ibu-ibu.

Ketika pulang dari kunjungan ini, hati ini terasa begitu gembira dapat menyaksikan kebaikan Tuhan yang disalurkan melalui tangan-tangan para donatur, tidak hanya berupa materi, tetapi juga kesediaan untuk hadir, melayani, bergembira dan berbagi bersama para pasien, yang konon disebut sebagai orang gila. Kami ini hanyalah hamba yang mencoba bekerja bagi-Nya.

 

Posted by: | Posted on: May 11, 2015

10 Penyakit Gangguan Kejiwaan

Berikut ini adalah beberapa jenis dari gangguan kejiwaan yang paling berpotensi membahayakan, melukai atau mengancam jiwa si-pasien serta orang lain disekitarnya, kenalilah ciri-cirinya dan lakukan tindakan terapi yang tepat. Diantara puluhan atau ratusan jenis gangguan kejiwaan kami sampaikan 10 daftar teratas penyakit kejiwaan yang paling berbahaya berdasarkan amatan dan penelitian internal di klinik kami.

1. Skizofrenia

Definisi : Skizofrenia adalah gangguan psikologis/kejiwaan yang disebabkan oleh kelainan secara kimiawi pada otak, yang pada akhirnya mengganggu fungsi sistemik dan impuls syaraf otak. kondisi ini mengakibatkan kegagalan fungsi otak dalam mengolah informasi dari dan ke panca indera, sehingga timbul proyeksi yang tidak seharusnya.

Ciri-ciri umum penderita skizofrenia :
– Munculnya halusinasi baik secara visual, pendengaran atau proyeksi ingatan masa lalu, dll
– Tingkah laku abnormal & berdasarkan insting.
– Delusi adalah keyakinan bahwa seseorang seolah-olah mengalami sesuatu ( alam khayal)
– Komunikasi kacau, suka menyendiri dan tidak dapat dikontrol.

Data dan Fakta : berdasarkan riset medis hampir 10 % penderita skizofrenia melakukan bunuh diri atau penderita melakukan tindakan kekerasan kepada orang lain disekitarnya, banyak hal yang dapat menyebabkan pasien melakukan perbuatan yang merugikan diri sendiri untuk itu perlu dukungan penuh, kasih sayang, serta perhatian dari keluarga dan perlunya ada pendamping (caregiver) bagi ODS.

2. Bipolar Disorder

Definisi : Gangguan bipolar, adalah gangguan otak yang menyebabkan perubahan yang tidak biasa dalam suasana hati, energi, tingkat aktivitas, dan mempengaruhi kemampuan untuk melaksanakan aktifitas sehari-hari. juga dikenal sebagai penyakit manik-depresif.

Ciri-ciri umum penderita :

Bipolar adalah gangguan/kelainan secara kimiawi pada sistem syaraf otak yang mempengaruhi mood atau suasana hati, seperti kegembiraan atau kesedihan (depresi) yang mendalam, bersifat ekstrim (perubahannya sangat cepat) dan menetap (bertahan dalam waktu yang lama) terlebih dari itu penderita gangguan bipolar juga dapat mengalami perubahan suasana hati yang complicated /multi emosi. Gangguan bipolar dapat mengakibatkan rusaknya hubungan sosial, pekerjaan atau sekolah, dan bahkan bunuh diri.

3. Psikopat

Definisi : Psikopat berasal dari kata psyche (jiwa) dan pathosi (penyakit). Secara harfiah, psikopat berarti sakit jiwa. Namun, psikopat tak sama dengan kegilaan (skizofrenia/psikosis), sebab seorang psikopat umunya disebut “Sosiopat”, karena prilakunya yang antisosial yang merugikan orang-orang terdekat tanpa empati sedikitpun, meski mereka menyadari seluruh perbuatannya.

Ciri-ciri umum penderita Psikopat :

– Pandai menciptakan kebohongan yang sempurna
– Memiliki kemampuan menguasai emosi orang lain bahkan memanipulasinya.
-Lemah dalam mengontrol emosi dan mampu menyimpan dendam dalam waktu yang lama, menunggu ada kesempatan untuk membalas.
– Cerdas, serta pandai memanipulasi ekspresi .
– Tidak memiliki empati (respon) atas rasa sakit atau kedukaan orang lain.
– Memiliki egoisme tinggi

Meski tidak semua psikopat itu menjadi pembunuh berdarah dingin, tetapi pada kenyataanya mereka selalu menjadi sumber masalah dikomunitasnya. Contoh lain psikopat adalah koruptor.

4. Obsesif Compulsif Disorder

Definisi : Obsesif Kompulsif Disorder (OCD) adalah gangguan otak dan perilaku. OCD menyebabkan kecemasan yang parah pada mereka yang terkena dampak. OCD melibatkan kedua obsesi dan dorongan yang mengambil banyak waktu dan mendapatkan di jalan kegiatan penting nilai-nilai orang.

Ciri-ciri umum penderita:
– Melakukan tindakan yang berulang-ulang
– Selalu resah, Penderita OCD tidak dapat lepas dari resah cemas, tertekan dan merasa tidak nyaman dengan keadaan ini.
– Pikiran dan tindakan tersebut tidak memberikan perasaan lega, rasa puas atau kesenangan, melainkan disebabkan oleh rasa khawatir secara berlebihan dan mengurangi stres yang dirasakannya.
– Obsesi (pikiran) dan kompulsi (perilaku) sifatnya berulang-ulang secara terus-menerus dalam beberapa kali setiap harinya.
– Obsesi dan kompulsi menyebabkan terjadinya tekanan dalam diri penderita dan menghabiskan waktu (lebih dari satu jam sehari) atau secara signifikan mengganggu fungsi normal seseorang, atau kegiatan sosial atau suatu hubungan dengan orang lain.

Pada kasus gangguan OCD tertentu dan sangat berbahaya adalah ketika pasien terobsesi untuk melukai diri dan orang lain, untuk itu pihak keluarga dan pendamping harus ekstra selektif dalam memberikan informasi atau bahkan saat menonton televisi…

5. Skizoaffectif

Definisi : Gangguan skizoafektif adalah kelainan mental yang rancu yang ditandai dengan adanya gejala kombinasi antara gejala skizofrenia dan gejala gangguan afektif (gangguan mood)

Ciri-ciri umum penderita:
– Gangguan skizoafektif memiliki ciri baik skiofrenia dan gangguan afektif ( gangguan mood).
terjadinya gabungan gejala skizofrenia seperti : halusinasi, mendengar bisikan-bisikan, delusi, kekacauan komunikasi dengan gangguan afektif sepertikecemasan, depresi, kesedihan, amarah atau juga histeria

Pasien dengan masalah skizo-afektif ini merupakan tipikal yang paling berbahaya dan lebih berpotensi untuk melakukan bunuh diri dari pada jenis skizofrenia yang lain.

6. Anorexia nervosa

Definisi : Anorexia Nervosa adalah gangguan pola makan, orang mengalami gangguan ini merasa tidak puas dengan penurunan berat badannya. Hal inilah yang menyebabkan penderita anoreksia nervosa ini juga mengalami suatu gangguan kecemasan dan depresi yang intens.

Ciri-ciri umum penderita
– Tidak mau mempertahankan berat badan pada level normal atau sedikit di atas normal
– Ketakutan intens bahwa berat badan akan naik
– Evaluasi yang tidak pas terhadap berat badan atau bentuk tubuhnya sendiri, atau mengingkari keseriusan berat tubuhnya yang saat ini kurang
– Amenorrhea (tidak mengalami menstruasi)
– pada banyak kasus pasien Anorexia Nervosa akan mengalami permasalahan kesehatan/ metabolisme tubuh, mal nutrisi yang pada akhirnya berujung pada kematian penderitanya.

7. Multiple Identity Disorder

Definisi : Gangguan identitas disosiatif adalah gangguan jiwa yang mengakibatkan terbentuknya dua atau lebih kepribadian yang berbeda. Masing-masing individu dengan ingatan sendiri, kepercayaan, perilaku, pola pikir, serta cara melihat lingkungan dan diri mereka sendiri. Setidaknya dua kepribadian ini secara berulang memegang kendali penuh atas tubuh si individu.

Ciri-ciri umum penderita:
– Penderita mengalami perasaan tidak nyata, merasa terpisah dari diri sendiri baik secara fisik maupun mental.
– Penderita merasa tidak mendiami tubuh mereka sendiri dan menganggap diri sebagai orang yang asing atau tidak nyata.
– Mengalami distorsi waktu, amnesia, dan penyimpangan waktu
– Berubah-ubahnya kondisi penderita terjadi saat satu kepribadian bertukar dengan kepribadian lain.
– Sakit kepala dan keinginan bunuh diri

8. Self harm/self injures

Definisi : Self injury adalah suatu perilaku yang dilakukan seseorang untuk mengatasi rasa sakit emosional dengan cara melukai diri sendiri.

Ciri-ciri umum penderita :
– Selalu menghindari masalah
– Sulit mengendalikan emosi
– Kurang mampu mengurus diri sendiri
– Tidak berfikir logis (pemikirannya kaku)
– Tidak menyukai dirinya sendiri
– Tidak suka akan perubahan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun pengalaman baru
– Hipersensitif terhadap penolakan
– Memiliki perasaan agresif yang tinggi
– Biasanya pelaku mengalami depresi dan stres berat
– Sering mengalami iritabilitas

Berdasarkan realitasnya kita temui pasien yang mengalami masalah kejiwaan ini dapat menikmati saat ia melukai dirinya atau dengan cara melukai diri/mengancam membunuh diri untuk mendapatkan apa yang menjadi keinginannya.

9. Homosexual

Definisi : homoseks adalah mengacu pada interaksi seksual dan atau romantis antara pribadi yang berjenis kelamin sama.

Homoseksualitas merupakan salah satu penyimpangan perkembangan psikoseksual. homoseksual dapat diartikan sebagai suatu kecenderungan yang kuat akan daya tarik erotis seseorang justru terhadap jenis kelamin yang sama. Istilah homoseksualitas atau Gay lebih lazim digunakan bagi pria yang menderita penyimpangan ini, sedang bagi wanita, keadaan yang sama disebut “lesbian”.

Ciri-ciri umum penderita:

– Memiliki rasa yang berlebihan kepada sesama jenis, seperti, mengagumi, rasa suka, sayang dst.
– Memiliki kelainan dalam perilaku yang tidak sesuai dari kodratnya.- Tidak memiliki hasrat terhadap lawan jenis.
– Memegang teguh pada waham dan delusinya.
– memiliki sensitifitas yang sangat berlebihan.
– Kesulitan dalam melepaskan diri dari trauma masa lalu.
– Kesulitan dalam mengontrol emosi dan hasrat seksual.
– Merasakan kesan berbeda (erotis) ketika bergaul dengan sesama jenis dan Kesulitan dalam menjalin hubungan dengan lawan jenis

Perilaku penyimpangan seksual ini sangat bertentangan dari sisi naluriah/kodrati, etika sosial, nilai-nilai keagamaan dan membahayakan bagi eksistensi ummat manusia. Pada kasus tertentu pasien yang mengalami masalah kejiwaan ini dapat melakukan segala cara, seperti intimidasi, kekerasan fisik atau teror kepada pasangan sejenisnya agar senantiasa menuruti kemauannya.

10. Antisosial Personality Disorder

Definisi : Gangguan kepribadian antisosial sering disebut sebagai sociopathy dalam budaya populer. Individu dengan antisosial Personality Disorder sering kurang empati dan cenderung tidak berperasaan, sinis, dan menghina perasaan, hak, dan penderitaan orang lain.

Ciri-ciri umum penderita :

– Kegagalan untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma sosial yang berkaitan dengan perilaku yang sah seperti yang ditunjukkan oleh berulang kali melakukan tindakan yang dasar untuk penangkapan
– Tipu daya , seperti ditunjukkan oleh berulang berbohong, penggunaan alias, atau menipu orang lain untuk keuntungan pribadi atau kesenangan
– Impulsif atau kegagalan untuk merencanakan ke depan
– Lekas marah dan agresivitas , seperti yang ditunjukkan oleh perkelahian fisik berulang atau serangan
– Mengabaikan keselamatan diri sendiri atau orang lain
– Konsisten tidak bertanggung jawab , seperti yang ditunjukkan oleh kegagalan berulang untuk mempertahankan perilaku kerja yang konsisten atau menghormati kewajiban keuangan
– Kurangnya penyesalan , seperti ditunjukkan oleh acuh tak acuh atau rasionalisasi.
– Terkait dengan gangguan kejiwaan yang berbahaya diatas kita perlu melakukan tindakan yang tepat jika seandainya diri kita, angggota keluarga, tetangga, sahabat, rekan kerja atau partner bisnis terdiagnosa mengalami gangguan kejiwaan ini, kenali dan lakukan tindakan yang seharusnya.

Berikut ini adalah saran kami jika kita menemui permasalahan seperti diatas :
1. Lakukan konsultasi ke Psikiater atau Psikolog untuk menganalisa masalah sebenarnya yang dialami, untuk kemudian diberikan saran-saran tindakan terapi dan obat yang tepat.

2. Sebagai terapi pendukung Pasien disarankan menjalankan program terapi holistik seperti : Ruqyah, Akupunktur, Bekam, Totok Syaraf, Hipnoterapi dst
3. Pasien diwajibkan menjalani program perbaikan mental-psikis , kedisiplinan, dan pendalaman keagamaan.

Penanganan pasien yang cepat dan tepat dapat membantu proses kesembuhan pasien.

Salam sehat jiwa…..

Sumber

 

 

Posted by: | Posted on: May 7, 2015

Proses Pembangunan Masjid Griya Cinta Kasih

Alhamdulillah.. terima kasih kepada semua yang telah membantu dalam pembangunan Masjid Griya Cinta Kasih, dan saat ini masih proses pengerjakan untuk itu kami masi tetap membuka donasi demi kelancaran pembanguan tersebut, silahkan salurkan donasi anda melalui :
BRI CABANG JOMBANG
A/n :Yayasan Penuh Warna
No.rekening : 0023 01 012785 53 5
Kontak:
Bpk.Jamiin (082142716494)
Bpk.Prayet (085648246067)
Bpk.Adam (08563659641)
mereka2

mereka3

mereka4

merela1

Posted by: | Posted on: May 4, 2015

Jangan Meremehkan Orang Lain

Sindrom Savant adalah sesuatu yang jarang namun spektakuler, kondisi dimana seseorang dengan keterhambatan pertumbuhan otak, memiliki kemampuan dan bakat yang luar biasa, brilliant, serta menakjubkan. Hal ini biasanya terjadi karena ketidakseimbangan pertumbuhan otak. Di satu sisi ada yang tidak berkembang, di sisi lain ada yang berkembang sangat pesat.
Jangan meremehkan apapun kondisi mental setiap orang yang kita kenal, mereka adalah saudara kita. Justru orang dengan keterbelakangan mental seperti itu bisa menjadi inspirasi dalam pencapaian mimpi-mimpi kita.
Semoga saudara kita ini mampu mengingatkan tentang arti persaudaraan, kebersamaan, dan simpati empati kepada orang yang serba kekurangan, kurang beruntung.
So… jangan meremehkan orang lain…apalagi orang-orang yang keterbelakangan mental, mereka pun bisa membuat sebuah karya yang bagus….

hasilkarya

hasilkarya2